28 Desember 2015

28 Desember 2015

28 Desember 2015, itu artinya di penghujung tahun2015. Sebentar lagi tahun 2015 akan ditinggalkan.

Saya harus evaluasi diri dan usaha yang sudah dicapai di tahun 2015.

Saya harus menyiapkan  resolusi tahun 2016.

Saya teringat akan blog ini, sudah lama sekali saya tinggalkan, oh ternyata saya sudah lama tidak menulis, bahkan nyaris lupa mau menulis apa di blog yang satu ini. Tapi aku harus terus mencoba, dan semoga bisa berusaha untuk konsisten menulis di blog ini. Sepertinya itu harus masuk menjadi resolusi saya di tahun 2016 nanti.

Semoga banyak ide-ide dan pengalaman-pengalaman hidup yang bisa saya tuliskan  di blog ini.

Sepertinya saya harus ikuti kursus menulis blog dan belajar pada teman-teman blogger yang Saya kenal. Walaupun sebenarnya malu juga, dulu pernah belajar, tapi ternyata nggak ada realisasinya. Malah banyak disibukkan oleh kegiatan-kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan tulis-menulis.

SAYA SEORANG BLOGGER ! SAYA SEORANG BLOGGER ! SAYA SEORANG BLOGGER !

Saya sudah deklarasikan diri saya, Saya harus jadi seorang blogger. Whatever walau waktu mulai saya terlambat, walaupun gaya penulisan saya masih berantakan.

Seiring waktu semoga saya bisa memperbaikinya.

Bekasi, 28 Desember 2015

emuharim

Advertisements
Mengenali Emosi Pelanggan

Mengenali Emosi Pelanggan

Selamat pagi sahabat.

Mari berkenalan dengan emosi pelanggan anda. Ha..ha..ha.. Judul yang aneh ya?
Para pemasar yang handal mampu menjual barang atau jasa yang ditawarkan dengan memahami ini.
Bahkan dengan penguasaan emosi ini pula penjual mampu menjadikan pembeli barang atau jasa tersebut menjadi pelanggan mereka. Pelanggan melakukan transaksi berulang-ulang karena ada keterikatan emosi.
Emosi pelanggan wajib dikenali anda sebagai penjual. Baik anda sebagai pemilik maupun reseller.
Beberapa di antaranya:
1. Menyukai kesenangan atau hobi.
Hobi memancing, hobi mengoleksi barang antik, hobi memasak, hobi menonton, dan sebagainya. Sebagai contoh seragam-bola.com dan kaosfutsal.com

2. Ketakutan akan sesuatu.
Sesuatu itu bisa berupa kehilangan, sakit, tua, kehilangan pekerjaan, tidak punya uang dan sebagainya. Saya contohkan sekarang marak makanan sehat dan beras organik. Karena orang sudah sadar dan takut mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dan mengandung bahan kimiawi.

3. Suka pamer.
Untuk jenis pelanggan yang ini suka disanjung dan dipuja. Ingin menunjukkan ‘Aku adalah orang yang punya. Para penjual beruntung jika bisa memanfaatkan situasi ini. Barang apa pun yang disukai si tukang pamer, akan dibeli berapa pun nilai uang yang yang harus dikeluarkan.

4. Merasa kasihan/iba dan senang berbagi (jiwa sosial).
Pada beberapa waktu yang lalu Kang Yodhi memberikan artikel tentang “teknik menjual diri” sebagai senjata pamungkas para sales, jika jurus-jurus sebelumnya tidak mempan. Dengan alasan tutup poin lah, belum ada yang beli lah, dan beribu alasan lain supaya calon pembeli mau membeli barang yang ditawarkan. Yang diserang rasa kasihan/iba.
Tetapi cara ini bukan seperti itu saja. Secara sadar atau tidak kita pernah melakukannya. Dengan iming-iming “dari hasil keuntungannya akan disumbangkan ke panti asuhan yatim piatu”. Pada akhirnya pembeli mau membeli produk kita, dan bahkan menjadi pelanggan yang melakukan repeat order.

Mohon maaf jikalau ada kata yang menyinggung para pembaca.

Wassalam,

characterpreneur

characterpreneur

BERBUATLAH YANG TERBAIK (MINIMAL) UNTUK DIRI SENDIRI, SEHINGGA AKAN MEMUDAHKAN KITA UNTUK MEMPELAJARI YANG TERBAIK UNTUK ORANG LAIN. ITULAH KARAKTER PENGUSAHA. SIKAP DAN SIFAT PENGUSAHA TIDAK AKAN PERNAH MERUGIKAN ORANG LAIN APALAGI TEMAN SENDIRI. PENGUSAHA TETAP AKAN MENAPAKKAN KAKINYA KE BUMI SESUKSES APAPUN DIRINYA. SELAMAT TERUS BELAJAR DAN BELAJAR YANG SUDAH PASTI AKAN MEMBUAT KITA BERKERINGAT.

Dalam beberapa momen pertemuan dan diskusi pengusaha yang saya ikuti. Banyak diantaranya menyoroti masalah karakter dalam berusaha maupun berwirausaha (pengusaha). Setiap individu tentunya mempunyai karakter masing-masing, dengan segala macam pola serta cara untuk mengusahakan sesuatu menjadi berhasil atau lebih berhasil.

Pengusaha berawal dari kata usaha, yang artinya (selalu) bisa melakukan sesuatu dengan segala jerih payahnya dan bersabar dalam menjalaninya serta telaten dalam melalui usaha. Maka kemandirian lebih mendekati akan arti dari pengusaha. Dimana seorang pengusaha akan tetap konsisten, fokus dan terus belajar dari apa yang dijadikan tujuannya dalam berusaha.

Tidak ada hal yang mudah dalam menjadi pengusaha, bahkan boleh dibilang tidak ada hal mudah dalam menjalankan peranan apapun di dunia ini. Sangatlah dibutuhkan karakter kuat untuk menjalani semua bidang usaha, berikut ini beberapa tip dalam menjadi pengusaha yang lebih bisa mandiri.;

1. HARGAI MAHAL PRODUK ORANG LAIN

Dengan menghargai produk orang lain, maka anda akan bisa menempatkan situasi yang sama bilamana suatu saat ada orang lain yang membutuhkan produk anda. Hormati karya dari orang lain atau bahkan teman. Bukanlah sifat pengusaha yang baik bila sebenarnya bisa membayar layak (pantas) atas karya/produk teman sendiri namun berusaha mendapatkan harga semurah mungkin dengan alasan “pertemanan”. Kejadian ini sudah banyak terjadi di banyak komunitas. Bila memang anda adalah seorang teman, maka berilah lebih.

2. MENYENANGI KRITIK

Teruslah berusaha untuk menerima kritik. Kekuatan kritik akan sangat menjadi membangun bila kita sebagai pengusaha mampu menerimanya. Kritik itu madu yang memang disemprotkan keras-keras, setelah reda biasanya manis madunya akan lebih bisa dirasa. Sedangkan pujian, itu sebuah bentuk pembunuhan dengan cara menyayat leher pelan-pelan tanpa kita sadari.

3. BICARA SESUAI AHLI

Pengusaha yang baik, akan membicarakan apa yang dirinya sendiri tahu dengan pasti. Tidak sekedar mengedepankan asumsi. Karena asumsi adalah hasil perkiraan atau terkaan bukan kajian. Termasuk ketika memandang sebuah produk yang akan dijual, lakukanlah kajian secara mendalam dan tidak asal berdasarkan asumsi teman atau tetangga.

4. FOKUS DAN KONSISTEN

Tidak ada yang lebih lagi dari ini. Kefokusan dalam berusaha akan menjadikan diri sendiri lebih tahu akan apa yang dikerjakan. Konsistensi dalam berusaha akan menjadikan diri sendiri menjadi ahli. Teruslah fokus dan lakukan terus apa yang sudah menjadi pilihan dalam berusaha, jangan tergiur dengan rumput tetangga karena rumput tetangga itu haram untuk dimakan.

—–

Berbuatlah yang terbaik (minimal) untuk diri sendiri, sehingga akan memudahkan kita untuk mempelajari yang terbaik untuk orang lain. Itulah karakter pengusaha. Sikap dan sifat pengusaha tidak akan pernah merugikan orang lain apalagi teman sendiri. Pengusaha tetap akan menapakkan kakinya ke bumi sesukses apapun dirinya. Selamat terus belajar dan belajar yang sudah pasti akan membuat kita berkeringat.

from: kika.web.id

Saya Menjual Diri, dan Saya Dipakai Terus Sampai Kini !

Saya Menjual Diri, dan Saya Dipakai Terus Sampai Kini !

+++++++++Senangnya berbagi cerita yang menrik hati ini++++++++++++++
Cerita ini diangkat dari sebuah millist yang menceritakan pengalaman
seseorang dari blog http://www.b2bsalesmarketing.blogspot.com/2009/11/sales-story-2-saya-menjual-diri-dan.html
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Ini bukan syair pantun seorang pramunikmat, juga bukan ratapan penderitaan kupu – kupu malam. Ini adalah pengalaman saya sendiri, seorang salesman.

6 tahun yang lalu, sewaktu saya bekerja sebagai senior sales engineer di sebuah perusahaan penjualan alat berat, saya mendapatkan telepon bisnis dari seseorang yang sedang membutuhkan unit generator set (genset). Beliau mendapatkan nomor saya dari iklan baris di koran JawaPos, karena memang salah satu strategi promosi & introduksi saya adalah dengan beriklan di beberapa koran lokal. Setelah pembicaraan di telepon tersebut, kamipun melakukan appointment untuk membicarakan lebih lanjut mengenai genset. Tempat yang dipilih adalah di sebuah rumah sakit mata di Surabaya.

Sayapun datang ke rumah sakit tersebut. Saya celingak celinguk mencari sosok orang tersebut dan hanya mendapatkan seorang bapak dengan memakai sandal jepit dan tampang kuyu. Pada awalnya saya kira beliau adalah salah satu petugas parkir di rumah sakit tersebut, hanya tanpa pakaian dinas security saja.

Saya bermaksud menanyakan kepada orang tersebut mengenai tempat tepatnya janjian yang disebutkan oleh calon pelanggan saya tadi. Belum sempat saya bersuara, orang tersebut langsung menyambut :”Anda bapak Edy ya? yang jual genset itu kan…yang tadi barusan saya telepon?”. Sayapun langsung mengiyakannya walau dalam hati masih belum yakin sosok didepan saya adalah klien potensial.

“Saya butuh genset pak, 250kva. Untuk site saya di cirebon, stone crusher. tapi saya tidak mau menunggu. Hari ini lihat, langsung saya dp dan diatur kirim” sambung dia.
“Oh, tentu pak. Unit yang bapak inginkan kebetulan kita ada stocknya. Sekarang juga saya bisa bawa bapak ke workshop kita untuk lihat unit yang diinginkan.” saya menjawab. Dalam hati saya masih belum yakin beliau adalah klien potensial, apalagi mengaku punya site stone crusher, itukan nilai asetnya bisa miliaran.

“Ok, sekarang boleh kita berangkat” ajak beliau.
“Boleh, mari pak” saya persilahkan dia ke mobil saya.

Sepanjang perjalanan saya mencoba mengakrabkan diri, atau lebih tepatnya meyakinkan diri saya bahwa orang ini memang mau membeli genset, bukan seorang makelar apalagi seorang suruhan. Oleh karena saya memang suka berbicara dan selalu berhasil mengakrabkan diri, maka sayapun mendapatkan banyak informasi mengenai beliau, tentunya tanpa bertingkah laku seperti detektif kampungan. Beberapa pertanyaan yang menggundahkan hati terjawab sudah, antara lain :
– Mengapa beliau ingin bertemu di Rumah sakit?
J : Karena beliau sedang menunggu sang ibunda yang sedang dioperasi matanya akibat katarak kronis.
– Mengapa beliau tampak kuyu dan bersandal jepit?
J : Karena beliau selesai menunaikan ibadah sholat dan dalam doa khusyuknya, beliau menangis memohon bantuan-Nya untuk membantu kesembuhan sang bunda. (beliau adalah seorang WN keturunan tionghoa yang menjadi mualaf)
– Mengapa mencari genset di Surabaya? bukankah cirebon lebih dekat dengan jakarta dan anggapannya barang jakarta pasti lebih murah ?
J : Karena dia kebetulan di surabaya dan membutuhkan genset cepat. Selain itu temannya menyarankan dia membeli genset di surabaya karena jakarta banyak calo/makelar yang menipu.
– Kok bisa ya punya site stone crusher ? (eits…ini ga ceng li sebagai pertanyaan, namun tetap bikin penasaran)
J : Dia mulainya udah dari tahun 1996, sebelum krismon. Dari site kecil berubah menjadi besar. Momennya sewaktu mendapatkan kontrak batu (kerikil) dari kontraktor Jepang, diapun berekspansi setelah mendapatkan DP proyek dari kontraktor jepang tsb.
– Selama ini emangnya pakai apa? bukannya sudah jalan, pasti udah punya genset kali?
J : Selama ini rental dan sering bermasalah. Oleh karena itu mau invest saja, lebih menguntungkan katanya.
– Kok buru – buru ?
J : Baru dapat kontrak tambahan dalam periode waktu yang tetap, jadi kuantiti makin besar, tapi waktu pengerjaan tidak bertambah.

Gayung bersambut. Di workshop ada unit genset yang tepat seperti yang diinginkan. Setelah di inspeksi, di tes beban, di cek merek dan typenya, maka beliaupun menanyakan harganya. Sedikit menawar, maka terjadilah kesepakatan dan pembayaran akan dilakukan esok hari. Dalam hati saya berguman, orang ini beli genset kayak beli cabe di pasar, lihat, pegang, tawar, bungkus…..ha..ha…ha…

Sayapun mengantarkan beliau kembali kerumah sakit dan sedikit menanyakan kondisi terakhir ibu yang baru saja dioperasi. Beliau mengatakan bahwa operasi telah selesai dan kondisi si ibu sudah siuman. Kemudian sayapun pamit.

Malamnya saya membeli parcel buah – buahan dan beberapa botol minuman green tea sebagai bawaan saya untuk menjenguk ibunda klien baru tersebut. Sebenarnya tanpa menjengukpun, saya sudah pasti memperoleh penjualan, namun karena saya ingin membuat perkenalan bisnis ini sempurna, maka saya sempatkan hal ini. Saat itu, seluruh keluarga sedang berkumpul dan tampak kebahagiaan. Sedikit kaget, namun beliau begitu senang dengan kedatangan saya. Beliau memperkenalkan saya sebagai temannya kepada ibunya. Kamipun berbincang – bincang mengenai banyak hal malam itu.

Yah…transaksipun selesai, barang sudah dikirim, pembayaran sudah dilakukan…beres !
8 bulan kemudian, bertepatan dengan bulan romadhon dan kemudian lebaran, sayapun mengirimkan paketan oleh – oleh khas jawa timur untuk beliau. Kiriman ini secara tulus keluar dari kocek sendiri. Tidak lupa saya sisipkan kartu lebaran yang bertuliskan kata – kata standart ucapan lebaran, dan saya akhiri dengan “dari teman kecil anda di surabaya” tanpa menyebutkan nama sama sekali. Ternyata dia bisa menebaknya dan kemudian menelepon saya untuk mengucapkan terima kasih.

Hmmm…saat itulah saya menyadari, bahwa hal sekecil apapun yang kita lakukan kepada klien, sesuatu yang tulus dan dari dalam hati, sesuatu yang diluar kebiasaan normatif sales ke klien, sesuatu hal yang mengganggap klien bukan sekedar kepentingan bisnis, tapi bisa juga menjadi teman akrab, maka ada suatu Bonus yang tak terduga……

Apa yang saya dapatkan dari Klien ini ???
Antara lain :
– 3 referensi ke teman beliau untuk pembelian genset 250, 350 & 500 kva. Semuanya jadi, semuanya deal.
– 2 kali pembelian ulang genset dengan kapasitas 250 & 500 kVA
– 1 kali tawaran menjadi wakil perusahaan dia (kontraktor) di Jatim tanpa share modal sama sekali. Tapi ini saya tolak dengan halus dan mengatakan saya pasti akan menginformasikan prospek ke beliau jika ada yang membutuhkannya, tanpa embel2 apapun.
– Hubungan yang terus menerus sampai saat ini,walaupun saya sudah tidak menjadi sales genset lagi. Bahkan beliau tetap mau membeli genset dari saya dan menginginkan saya memilihkan genset untuk dia, padahal dia tahu saya tidak di bisnis genset lagi.

Standard

Naiki Roller Coster gratisan

31 Januari 2012, hari terakhir status aku berubah. Hijrah dari zona nyaman ke dunia yang penuh tantangan, kata orang penuh ketidak pastian.
Rasa berani, tapi kadang takut. Apa ya sebenarnya yang ditakutkan?
Rasa yakin akan rezeki masa depan dari Allah, juga kadang merasa tak berdaya, pasrah.
Ah, dunia…dunia…dunia hanya persinggahan belaka.
Sekelebat saya teringat apa yang pernah saya baca di geraidinar.com, ‘dunia ini bagaikan roller coster gratisan’.
Ya, kadang saya tersenyum jika membandingkan kehidupan ini dengan roller coaster mainan yang sering disewakan di tempat-tempat hiburan.
Saya dengan senang hati membayar untuk kesenangan menaiki roller coaster mainan itu. Tapi kalau, roller coaster yang ‘gratisan, saya berpikir seribu kali untuk menaikinya.
Setidaknya ada 3 perbedaan yang menyebabkan ini terjadi:

1. Pada roller coaster mainan saya bisa tahu ini hanya sementara saja dan pasti akan ada akhirnya. Bahkan saya bisa memprediksikan kapan naik dan turunnya.
Oleh karenanya saya berkata dalam hati, “ya, hidup ini juga akan ada akhirnya. Tatkala saya mati itulah akhir roller coaster ‘gratisan’ berakhir.

2. Pada roller coaster mainan yang saya naiki itu diperiksa dan dijaga oleh teknisi handal yang memastikan tidak akan ada kekeliruan yang menyebabkan kecelakaan.
Oleh karena itu saya bertanya juga dalam hati, “Penjaga roller coaster ‘gratisan’ lebih canggih lagi, Ia menciptakan langit, bumi dan manusia di dalamnya. Apalagi menjaganya”

3. Saya sadar roller coaster berbayar itu, hanya mainan. Sehingga jeritan dan teriakan saya adalah dalam rangka bersenang-senang.
Oleh karenanya saya menetapkan dalam hati “ah, bukannya dunia dan hidup ini bukannya hanya main-main? Dan hidup yang sesungguhnya ada di akhirat kelak?”

Posted with WordPress for BlackBerry.

 

#pestawirausaha day2 Merry Riana: mimpi sejuta dollar

#pestawirausaha day2 Merry Riana: mimpi sejuta dollar

Dari pertama orasinya menceritakan awal mula dan perjalanan hidup seorang Merry Riana yang gigih untuk menjadi pengusaha dimulai semenjak beliau kuliah di Singapura sekalipun. Setelah menyelesaikan kuliah sebagai Sarjana Elektro, dengan keberaniannya malah terjun di dunia entrepreneur.
Pada orasi Merry Riana di hari ke 2 #pestawirausaha yang diadakan komunitas @tangandiatas kali ini dengan gaya “Ayu Tingting”-nya secara garis besar ada 3 langkah yang perlu ditetapkan Anda sebagai pengusaha:
1. Dimana posisi anda sekarang
2. Kemana mimpi anda akan bawa pada masa akan datang
3. Bagaimana cara mencapai kepada mimpi anda tersebut.
Pada akhir sesi Merry mengajak audiens bersungguh-sungguh dan tekun untuk menjadi pengusaha, dengan gayanya yang mampu menghipnotis semua untuk berdiri dan meneriakkan “AKU BISSAA!!!!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Dahlan Iskan menghargai komunitas tangandiatas pada #pestawirausaha 2012 @smesco

Dahlan Iskan menghargai komunitas tangandiatas pada #pestawirausaha 2012 @smesco

Dalam kesempatan orasi yang disampaikan pada #pestawirausaha pada hari pertama ini Pak Dahlan Iskan mengatakan salut, dan sangat menghargai komunitas tda ini.
Kira-kira ada 2 alasan yang menyebabkan Pak Dahlan Iskan mempunyai pendapat seperti ini.

1. Komunitas tda adalah kumpulan anak muda yang menginginkan menjadi wirausahawan. Hanya anak muda yang bisa melakukan perubahan.

2. Semakin dini usaha semakin cepat jatuh, semakin cepat gagal. Artinya semakin matang dan menjadi seleksi siapa yang benar-benar bisa menjadi pengusaha. Karena setiap manusia itu punya individual added value. Semua orang yang sungguh-sungguh mengerjakan bisnis setiap hari akan menemukan permasalahan baru. Semakin banyak menyelesaikan masalah baru, semakin terasah dan semakin mempunyai nilai individual.
Demikian laporan pandangan mata dari #pestawirausaha hari pertama.
Sangat menghebohkan…

Posted with WordPress for BlackBerry.

Standard

Chairul Tanjung : 3 alasan kaum muda Indonesia wajib ber-wirausaha

Siapa yang tidak tahu pada Chairul Tanjung, pengusaha bertangan dingin yang membawa Trans Corp berada pada posisi puncak perusahaan media di Indonesia.
Dalam orasinya pada #pestawirausaha tgl 28 jan 2012 di gedung SMESCO..
Dalam kesempatan ini Pak Chairul Tanjung mengajak semua peserta seminar pada #pestawirausaha yang diadakan oleh komunitas @tangandiatas yang rata-rata masih muda-muda untuk bersungguh-sungguh mengembangkan wirausaha di indonesia.
Kenapa pemuda Indonesia harus siap-siap menjadi wirausaha mulai dari sekarang, setidaknya ada beberapa alasan yang diungkapkan Pak Chaerul Tanjung:

1. Banyak para ekonom dan pengamat dunia menyatakan atau meramalkan 50 persen ekonomi dunia akan dikuasai oleh asia pada tahun 2050. Tinggal Asia itu siapa? Ada 3 besar kekuatan di Asia yaitu: Greater China, lalu greater India, greater Asia Tenggara yang akan dimotori oleh Indonesia.

2. Penduduk dunia saat ini 7 milyar orang, pada tahun 2045 akan menjadi 9 milyar orang. Diramalkan penambahan 2 milyar org ini akan menimbulkan demand 60 persen. Tidak linear karena tingkat konsumsi pun meningkat karena pendapatan meningkat. Maka akan terjadi akan ada krisis few (food, energy, water).

3. Dari tiap-tiap material yang akan menjadi bahan krisis itu di Indonesia ini sangat melimpah. Dan para pengusaha pemuda Indonesia ini yang harus bersiap diri untuk mengolah segala macam makanan, energi, dan air yang melimpah di Indonesia ini.

Dalam kesempatan ini juga pa Chaerul Tanjung menantang para pengusaha berpikir out of the box untuk melakukan inovasi bisnis.

Demikian laporan #day1 pestawirausaha.

Enjang

Posted with WordPress for BlackBerry.

Renungan Jum’at

Renungan Jum’at

Catatan KANGEN’jang: ​Ketika kita mengeluh, “Ah, mana mungkin…..” Allah menjawab, “Jika Aku menghendaki, cukup Aku berkata “Jadi”, maka jadilah” (QS. Yasin: 82).

Ketika kita mengeluh, “Capek banget gw….!” Allah menjawab, “…dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. An-Naba: 9).

Ketika kita mengeluh, “Berat banget yah…, gak sanggup rasanya…” Allah menjawab, “Aku tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286).

Ketika kita mengeluh, “Stressss nih… Panik… ” Allah menjawab, “Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ra’d: 28).

Ketika kita mengeluh, “Yaaaahh… ini sih semua bakal sia-sia..” Allah menjawab, ”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al-Zalzalah :7).

Ketika kita mengeluh, “Gila aja.. gw sendirian.. gak ada seorangpun yang mau bantuin gw…” Allah menjawab, “Berdoalah (mintalah) kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin: 60).

Ketika kita mengeluh, “ Duh.. sedih banget deh gw…” Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS. At-Taubah: 40).

Buat kamu yang merasa perhatian Allah terasa jauh, ingatlah sesungguhnya Allah itu dekat. (QS. Al-Baqarah 186).

Posted with WordPress for BlackBerry.

Belajar Dari Cerita Cina

Belajar Dari Cerita Cina

Sumber: kelas bisnis model indonesia
Alkisah, dahulu kala di masa Dinasti Qin, ada seorang cendekiawan yang suka mengkoleksi barang antik. Setiap kali mendengar ada barang Antik apalagi sangat kuno sejarahnya maka dia pasti memburunya utk di Beli.
Kemudian suatu hari datang seorang pedagang barang antik menawarkan sebuah tikar usang. Dan berkata; “apakah Anda melihat tikar ini? Tikar ini pernah digunakan sebagai tempat duduk oleh Konfusius”
Maka segeralah sang cendekia mengumpulkan uang yang ada untuk membelinya. Agar bisa merasakan tikar yang pernah diduduki oleh Konfusius.
Kemudian selang beberapa hari, datang kembali pedagang antik yang lain dan menawarinya sebuah tongkat tua. “Ini adalah tongkat dari Dinasti Zhou, dan berusia ratusan tahun dari tikar konfusius, seberapa banyak anda mau membayar ini?”
Sang cendekia tak kuasa utk menahan dirinya, dijual rumahnya dan kemudian uangnya langsung diberikan ke pedagang tongkat tersebut.
Mulailah dia hidup dengan tikar konfusius dan tongkat dinasti zhou.
Tak berapa lama datang seorang pedagang antik yang lain dan menawarkan mangkuk tua dari dinasti xia zhou. “Semua orang tahu bahwa dinasti xia zhou lebih tua beberapa tahun dari dinasti zhou”.
Segera dijualah semua kekayaan tanah dan semua yang tersisa utk membeli mangkuk tersebut. Dan tersenyumlah dia dengan duduk diatas tikar konfusius, tangan kanan memegang mangkuk xia zhou dan tangan kiri memegang tongkat zhou.
Tak beberapa lama, sang cendekia sudah mulai meminta-minta di pinggir jalan untuk memenuhi kebutuhan makannya. Tetap dengan posisi duduk, tangan kanan dan kiri sebagai pengait dan tempat meminta uang.
Siapa yang bisa dpt insight of this story?
Setidaknya ada beberapa pendapat yang kira-kira sama:
1. Dari sisi si penjual dia tahu betul siapa sasarannya dan menggunakan story telling menjadi senjata dan alat jual yg dahsyat.
2. Dari sisi si pembeli : kesenangan sering melupakan banyak hal
3. Yang ketiga, story telling, its true
4. Yang keempat keseimbangan, harus seimbangkan antara kesenangan dengan akal sehat. Tidak bisa berat sebelah.
Semoga kita selalu bisa belajar,

Posted with WordPress for BlackBerry.